Selasa, 23 Desember 2008

Soal Fisika SNMPTN

Bagian 6:

Oleh:

Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Senin, 22 Desember 2008

Soal Fisika SNMPTN

Bagian 5

Oleh:
Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indeonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 20 Desember 2008

Soal Fisika SNMPTN

Bagian 4

Oleh:

Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Terima Kasih Semoga Bermafaat.

Jumat, 19 Desember 2008

Soal Fisika SNMPTN

Bagian 3

Oleh:

Arip Nurahman
Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Cours Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Minggu, 07 Desember 2008

Soal Fisika SNMPTN

Soal-Soal Pemecahan SNMPTN

Oleh:
Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University,
Cambridge. USA.

Sebagian orang menganggap fisika susah karena terlalu banyaknya rumus yang digunakan. ”Ngapalin rumusnya aja susah, udah gitu bingung mau makenya gimana”, begitu komentar para siswa tentang fisika. Sebenarnya, rumus tidak perlu dihafal tetapi dipahami. Terdengar klise memang, tapi begitulah kenyataannya.

Rumus atau persamaan di fisika, pada umumnya dipakai sebagai pernyataan ringkas suatu konsep. Suatu teori atau konsep yang bisa memakan penjelasan berlembar-lembar kertas, dapat dinyatakan dengan tepat hanya dalam satu baris persamaan. Hal ini merupakan salah satu sebab utama mengapa di fisika banyak sekali rumus.

Namun, hal yang banyak terjadi dalam pendidikan kita adalah kebanyakan siswa hanya melihat rumus itu secara sepotong-sepotong. Mereka tidak (mau) mengetahui cerita atau konsep di balik rumus tersebut. Hal ini mengakibatkan daya analisis siswa lemah, sehingg mereka hanya bisa menyelesaikan soal yang langsung dan mudah yaitu yang hanya menggunakan satu rumus. Kalau terdapat soal yang menggunakan konsep yang bermacam-macam –yang berarti juga memakai rumus lebih dari satu- mereka kebingungan menyelesaikannya.

Berikut beberapa contoh tentang kebingungan para siswa terhadap rumus dalam fisika:

1) Rumus untuk koefisien gesek statik sering dinyatakan dengan:

μ = tan θ ..........(1)

Rumus ini sering dipahami siswa bahwa koefisien gesek statik (μ) tergantung pada besarnya sudut kemiringan bidang (θ). Padahal pemahaman ini sama sekali salah. Koefisien gesek statik hanya tergantung pada jenis bahan-bahan yang bergesekan. Atau dalam bahasa fisika, koefisien gesek statik merupakan karakteristik dua bahan yang bergesekan (misalnya, antara kayu dengan kayu, dll).

Rumus (1) merupakan rumus yang digunakan sebagai cara untuk mengukur koefisien gesek. Apabila kita punya sebuah benda, misalnya buku, lalu kita ingin mengetahui berapa koefisien gesek statik antara buku dengan permukaan dari kayu, maka cara mengetahuinya adalah dengan meletakkan buku tersebut di atas permukaan kayu. Kemudian permukaan kayu itu kita miringkan (terhadap horizontal) sedikit demi sedikit. Pada saat awal (sudut kemiringan kecil), buku tidak akan bergerak, tetapi setelah terus dimiringkan, pada sudut kemiringan tertentu (θ) buku akan mulai mulai bergerak, nah tan θ inilah yang merupakan nilai μ.

Terlihat bahwa nilai sudut θ adalah spesial, tidak bisa divariasikan sembarangan, hanya terdapat satu nilai θ untuk koefisien gesek statik antara bahan kertas dan kayu. Hal ini mengakibatkan bahwa rumus (1) tidak bisa dipahami sebagai hubungan ketergantungan antara μs terhadap θ. Rumus itu memberitahu kita bagaimana cara mengukur μ.

2) Contoh lainnya adalah rumus untuk koefisien muai panjang α:

α = ΔL/(ΔT.Lo) ........(2)

Dalam rumus di atas, apakah α bergantung pada perubahan panjang benda ΔL, perubahan temperatur ΔT, atau panjang awal Lo? Jawabannya: α tidak tergantung kepada ketiga besaran di atas. Lagi-lagi, koefisien muai panjang α merupakan karakteristik dari suatu bahan (logam). Pers. (2) merupakan persamaan yang mendefinisikan koefisien muai panjang. Jadi, arti dari pers. (2) adalah koefisien muai panjang didefinisikan sebagai fraksi perubahan panjang per satuan temperatur.

3) Lain lagi dengan persamaan gerak jatuh bebas di bawah ini,

h = -(gt^2) / 2 .............(3)

yang memang menyatakan ketergantungan ketinggian h terhadap waktu t. Pers. (3) adalah persamaan fungsi h terhadap t^2.


Para siswa sering tidak mengetahui ”cerita” di balik rumus. Sehingga pemahaman mereka sering salah, bahwa setiap rumus hanya dipahami sebagai hubungan ketergantungan antar variabel. Dari contoh di atas, kita dapat tahu bahwa rumus dapat menyatakan:
a) bagaimana cara mengukur sesuatu
b) definisi suatu kuantitas
c) fungsi (ketergantungan) suatu variabel terhadap variabel lainnya.

Untuk memahami suatu rumus kita harus memahami cerita di balik rumus tsb.

Rabu, 19 November 2008

Kumpulan Problem Solving Fisika (Soal-Soal dan Pemecahannya)


Kumpulan Problem Solving Fisika

dari Buku Karya

Alvin Halpern Ph.D.



add & Edited
By:

Bapak Endang Jaenudin S.Pd., Bapak Itam Kistamaji S.Si.
(SMAN 1 Banjar)
Taryono S.Pd.
(Lulusan Cum laude Pendidikan Fisika FPMIPA UPI)
&
Arip Nurahman
Department of Physics
Faculty of Sciences and Mathematics, Indonesia University of Education

and

Follower Open Course Ware at Massachusetts Institute of Technology
Cambridge, USA
Department of Physics
http://web.mit.edu/physics/
http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Physics/index.htm
&
Aeronautics and Astronautics Engineering
http://web.mit.edu/aeroastro/www/
http://ocw.mit.edu/OcwWeb/Aeronautics-and-Astronautics/index.htm














Selasa, 28 Oktober 2008

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Daerah Banten

Pemimpin Project:

1. Deden Anugrah H. (Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI)
2. Rizkiyana Putra M. (Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI)

Banten adalah sebuah provinsi di pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini dulunya merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang-undang no.23 tahun 2000. Wilayahnya mencakup sisi barat dari Provinsi Jawa Barat, yaitu Serang, Lebak, Pandeglang, Tangerang,Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan. Ibukotanya kota Serang.

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Kabupaten Bandung Barat

Pemimpin Project:

Agan Septian Nugraha : SMA Lab School Universitas Pendidikan Indonesia

Sekilas Sejarah Kabupaten Bandung Barat

Wacana pemekaran Kabupaten Bandung menjadi 2 kabupaten telah muncul sejak tahun l999. Berdasarkan surat permohonan Bupati KDH TK.II Bandung yang saat itu dijabat oleh bapak H.U.Hatta Djati Permana . S.Ip mengajukan surat kepada Ketua DPRD yang saat itu pimpinan DPRD / Ketua DPRD diketuai Bapak H.Obar Sobarna.S.Ip. Surat permohonan Bupati bernomor :135/1235/Tapem tanggal 22 juni 1999 perihal permohonan persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Dati II Bandung.

Bupati memohon kepada pimpinan beserta anggota DPRD kiranya dapat mengabulkan dan mendukung atas terselenggaranya rencana pemekaran Kabupaten Bandung menjadi Kabupaten DT II Bandung dan Kabupaten Padalarang (sekarang Kabupaten Bandung Barat). Hal tersebut disambut positif oleh DPRD Kabupaten Bandung dengan diterbitkannya surat keputusan DPRD Dati II Bandung no.5/1999/12/07 tentang persetujuan awal DPRDterhadap pemekaran wilayah Kabupaten Dati II Bandung. Namun pada tanggal 23 Desember 1999, Ketua DPRD Kabupaten Bandung melayangkan surat No.135/1499/TU tentang pemekaran Kabupaten Bandung yang isinya antara lain : Kami sampaikan bahwa proses awal yang sedang ditempuh oleh Pemda (sesuai UU no 5/74) agar ditangguhkan /dihentikan , demi ketertiban dan kelancaran pelaksanaan selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang no 22/1999.

Perkembanguan selanjutnya sesuai UU No.22/1999, sebagian kecil dari wilayah Kabupaten Bandung yaitu Kota Administratif Cimahi ditingkatkan statusnya menjadi Pemerintah Kota Cimahi ( yang meliputi 3 Kecamatan ) yaitu Kecamatan Cimahi Selatan, Kecamatan Cimahi tengah dan Kecamatan Cimahi utara, maka rencana pemekaran Kabupaten Bandung semakin tertunda karena Kota Cimahi sebelumnya merupakan bagian dari wilayah administratif Kabupaten Bandung. Setelah Cimahi menjadi Kota Otonom, terpisah dari kabupaten Bandung, tuntutan pemekaran Kabupaten Bandung mencuat kembali ke permukaan sejalan dengan dibukanya ruang publik untuk mengaspirasikan kehendak membentuk daerah otonom baru hal tersebut dijamin oleh Undang-Undang No.22/1999.

Tuntutan pemekaran wilayah kabupaten Bandung, dilihat dari kondisi geografisnya oleh beberapa kalangan dinilai dapat dipahami sebab wilayah Kabupaten Bandung cukup luas (2.324.84 KM2) dengan letak wilayah mengelilingi Kota Bandung dan Kota Cimahi, disamping itu jumlah penduduknya cukup banyak , berdasarkan SUPAS 2002 sebanyak 4,3 Juta jiwa.

Berangkat dari kondisi itulah pada tanggal 9 agustus 1999 para tokoh masyarakat Bandung Barat berkumpul membentuk Forum Pendukung Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Barat yang dipimpin ketuanya Drs.H.Endang Anwar, setahun kemudian terbentuk lagi Forum Peduli Bandung Barat yang diketuai Asep Suhardi, Forum Bandung Barat Bersatu yang dipimpin H.Zaenal Abidin , Drs. Ade Ratmadja , Asep Suhardi dan Asep Ridwan Hermawan., serta Forom Pemuda Bandung Barat yang dipimpin Eman Sulaeman SE. Karena sama-sama untuk memperjuangkan berdirinya Kabupaten Bandung Barat, untuk menyamakan visi misi perjuangan maka berbagai LSM dan Forum bergabung dalam satu wadah Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPPKBB) yang dipimpin ketua umumnya Drs.H.Endang Anwar.

KPKBB bersama elemen masyarakat Bandung Barat mengawali upaya perjuangannya dengan melaksanakan DEKLARASI BERSAMA untuk terus berjuang agar Bandung Barat menjadi DAERAH OTONOM terpisah dari Kabupaten Bandung , deklarasi tersebut dilaksanakan di Gedung Diklat Keuangan Gado Bangkong Kecamatan Ngamprah pada tanggal 30 Agustus 2003 Naskah Deklarasi dibacakan dan ditanda tangani berbagai elemen masyarakat Bandung Barat. Hal tersebut diakukan KPPKBB sebagai bentuk komitmen bersama dalam upayanya memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi keberbagai lembaga baik legislatif maupun eksekutif Daerah Kab.Bandung, Provinsi Jawa Barat dan Pemerinah Pusat serta DPR RI/DPD RI . sampai lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia No12.tahun 2007 Tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat Menjadi Daerah Otonom di Provinsi Jawa Barat.

Penjabat Sementara Bupati Bandung Barat Drs.H.Tjatja Kuswara ,SH.MH selesai menjalankan tugasnya pada tanggal 17 Juli 2008, Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat pertama Drs.H.Abubakar M.Si dan Drs.Ernawan Natasaputra hasil pemilihan langsung dilantik pada tanggal 17 juli 2008 oleh Gubernur Jawa Barat Achmad Heriawan, Lc atas nama Presiden. (Drs. Ade Ratmadja, Pimpinan Umum http://www.bandungbaratonline.co.cc/).

Kabupaten Bandung Barat adalah kabupaten baru provinsi Jawa Barat, Indonesia, pemekaran dari Kabupaten Bandung. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang di sebelah barat dan utara, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi di sebelah timur, serta Kabupaten Cianjur di sebelah barat dan timur. Kabupaten Bandung Barat mewarisi sekitar 1,4 juta penduduk dari 42,9% wilayah lama Kabupaten Bandung. Sedangkan ibu kota Kabupaten Bandung Barat berlokasi di Kecamatan Ngamprah, yang terletak di jalur Bandung-Jakarta.

Soal-Soal Olimpiade Astronomi

Oleh:

Arip Nurahman & Anton Timur J.

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia & Jurusan Astronomi ITB
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Daerah Karawang


Di Pimpin Oleh:

Angga Fuja Widiana

Mahasiswa Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia

dan

Kandidat Kuat Mahasiswa di Universitas Tokyo Jepang


Visi

Mengantarkan Siswa-Siswa Daerah Karawang Menjuarai Ivent-ivent Astronomi dan Fisika

Baik di Tingkat Nasional dan Internasional

Misi

1. Pelatihan yang menumbuhkan semangat dan kesadaran

2. Kaderisasi yang Terus-menerus

3. Belajar dan Berlatih tiada henti

4. Menjalin Kerja Sama dengan Daerah lain

5. Istiqomah


Program dan Langkah Strategis:

1. Pembuatan Kurikulum dan pengumpulan data-data Olimpade Astronomi dan Fisika

2. Kerjasama dengan Daerah Lain.


Susunan Organisasi

Penasehat:

Ketua Pelaksana:

Bidang Pembinaan:

Pembinaan Teori:

Pembinaan Experimen:

Asosiasi Alumni:

a. Selamat Datang di Team Olimpiade Astronomi Kota Banjar

b. Ciamis
c. Banten
d. Garut
e. dan Sebagainya.

Fisika.

Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), "alamiah", dan φύσις (physis), "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.

Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.

Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.


Astronomi, yang secara etimologi berarti "ilmu bintang" (dari Yunani: άστρο, + νόμος), adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.

Selama sebagian abad ke-20, astronomi dianggap terpilah menjadi astrometri, mekanika langit, dan astrofisika. Status tinggi sekarang yang dimiliki astrofisika bisa tercermin dalam nama jurusan universitas dan institut yang dilibatkan di penelitian astronomis: yang paling tua adalah tanpa kecuali bagian 'Astronomi' dan institut, yang paling baru cenderung memasukkan astrofisika di nama mereka, kadang-kadang mengeluarkan kata astronomi, untuk menekankan sifat penelitiannya. Selanjutnya, penelitian astrofisika, secara khususnya astrofisika teoretis, bisa dilakukan oleh orang yang berlatar belakang ilmu fisika atau matematika daripada astronomi.



Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif, khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi, ilmusemu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama, kedua bidang ini sangat berbeda; astronom menggunakan metode ilmiah, sedangkan astrolog tidak.

Organisasi Dalam Negri

Organisasi Internasional

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ J. Voute (1933). "Description of the Observatory". Annalen v. d. Bosscha-sterrenwacht 1: A 14.

Karawang English Club

Visi

dan

Misi

Program-Program

Special For TOEFL Pereparation

Test Of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke kolese (college) atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.

Here are some tips which may help you to master the English Language!

1. Speak without Fear

The biggest problem most people face in learning a new language is their own fear. They worry that they won’t say things correctly or that they will look stupid so they don’t talk at all. Don’t do this. The fastest way to learn anything is to do it – again and again until you get it right. Like anything, learning English requires practice. Don’t let a little fear stop you from getting what you want.

2. Use all of your Resources

Even if you study English at a language school it doesn’t mean you can’t learn outside of class. Using as many different sources, methods and tools as possible, will allow you to learn faster. There are many different ways you can improve your English, so don’t limit yourself to only one or two. The internet is a fantastic resource for virtually anything, but for the language learner it’s perfect.

3. Surround Yourself with English

The absolute best way to learn English is to surround yourself with it. Take notes in English, put English books around your room, listen to English language radio broadcasts, watch English news, movies and television. Speak English with your friends whenever you can. The more English material that you have around you, the faster you will learn and the more likely it is that you will begin “thinking in English.”


4. Listen to Native Speakers as Much as Possible

There are some good English teachers that have had to learn English as a second language before they could teach it. However, there are several reasons why many of the best schools prefer to hire native English speakers. One of the reasons is that native speakers have a natural flow to their speech that students of English should try to imitate. The closer ESL / EFL students can get to this rhythm or flow, the more convincing and comfortable they will become.


5. Watch English Films and Television

This is not only a fun way to learn but it is also very effective. By watching English films (especially those with English subtitles) you can expand your vocabulary and hear the flow of speech from the actors. If you listen to the news you can also hear different accents.


6. Listen to English Music

Music can be a very effective method of learning English. In fact, it is often used as a way of improving comprehension. The best way to learn though, is to get the lyrics (words) to the songs you are listening to and try to read them as the artist sings. There are several good internet sites where one can find the words for most songs. This way you can practice your listening and reading at the same time. And if you like to sing, fine.

7. Study As Often As Possible!

Only by studying things like grammar and vocabulary and doing exercises, can you really improve your knowledge of any language.


8. Do Exercises and Take Tests

Many people think that exercises and tests aren’t much fun. However, by completing exercises and taking tests you can really improve your English. One of the best reasons for doing lots of exercises and tests is that they give you a benchmark to compare your future results with. Often, it is by comparing your score on a test you took yesterday with one you took a month or six months ago that you realize just how much you have learned. If you never test yourself, you will never know how much you are progressing. Start now by doing some of the many exercises and tests on this site, and return in a few days to see what you’ve learned. Keep doing this and you really will make some progress with English.


9. Record Yourself

Nobody likes to hear their own voice on tape but like tests, it is good to compare your tapes from time to time. You may be so impressed with the progress you are making that you may not mind the sound of your voice as much.


10. Listen to English

By this, we mean, speak on the phone or listen to radio broadcasts, audiobooks or CDs in English. This is different than watching the television or films because you can’t see the person that is speaking to you. Many learners of English say that speaking on the phone is one of the most difficult things that they do and the only way to improve is to practice.

Finally

Have fun!



Soal-Soal Olimpiade Astronomi

Oleh:

Arip Nurahman & Anton Timur J.

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia & Jurusan Astronomi ITB

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Daerah Cirebon

Pemimpin Project:

Cecepulah


Kota Cirebon adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini berada di pesisir Laut Jawa, di jalur pantura. Dahulu Cirebon merupakan ibu kota Kesultanan Cirebon dan Kabupaten Cirebon, namun ibu kota Kabupaten Cirebon kini telah dipindahkan ke Sumber. Cirebon menjadi pusat regional di wilayah pesisir timur Jawa Barat.

Cirebon juga disebut dengan nama 'Kota Udang'. Sebagai daerah pertemuan budaya Jawa dan Sunda sejak beberapa abad silam, masyarakat Cirebon biasa menggunakan dua bahasa, bahasa Sunda dan Jawa.

Menurut Manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada abad XIV di pantai Laut Jawa ada sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Pada waktu itu sudah banyak kapal asing yang datang untuk berniaga dengan penduduk setempat. Pengurus pelabuhan adalah Ki Gedeng Alang-Alang yang ditunjuk oleh penguasa Kerajaan Galuh (Padjadjaran). Dan di pelabuhan ini juga terlihat aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gedeng Alang-Alang memindahkan tempat pemukiman ke tempat pemukiman baru di Lemahwungkuk, 5 km arah selatan mendekati kaki bukit menuju kerajaan Galuh. Sebagai kepala pemukiman baru diangkatlah Ki Gedeng Alang-Alang dengan gelar Kuwu Cerbon.

Pada Perkembangan selanjutnya, Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan Gelar Cakrabumi. Pangeran inilah yang mendirikan Kerajaan Cirebon, diawali dengan tidak mengirimkan upeti kepada Raja Galuh. Oleh Raja Galuh dijawab dengan mengirimkan bala tentara ke Cirebon Untuk menundukkan Adipati Cirebon, namun ternyata Adipati Cirebon terlalu kuat bagi Raja Galuh sehingga ia keluar sebagai pemenang.

Dengan demikian berdirilah kerajaan baru di Cirebon dengan Raja bergelar Cakrabuana. Berdirinya kerajaan Cirebon menandai diawalinya Kerajaan Islam Cirebon dengan pelabuhan Muara Jati yang aktivitasnya berkembang sampai kawasan Asia Tenggara.


Periode 1270-1910

Pada abad ke-13 Kota Cirebon ditandai dengan kehidupan yang masih tradisional dan pada tahun 1479 berkembang pesat menjadi pusat penyebaran dan Kerajaan Islam terutama di wilayah Jawa Barat. Kemudian setelah penjajah Belanda masuk, dibangunlah jaringan jalan raya darat dan kereta api sehingga mempengaruhi perkembangan industri dan perdagangan.


Periode 1910-1937

Pada periode ini Kota Cirebon disahkan menjadi Gemeente Cheribon dengan luas 1.100 Hektar dan berpenduduk 20.000 jiwa (Stlb. 1906 No. 122 dan Stlb. 1926 No. 370).


Periode 1937-1967

Pada 1942 Kota Cirebon diperluas menjadi 2.450 hektar dan tahun 1957 status pemerintahannya menjadi Kota Praja dengan luas 3.300 hektar, setelah ditetapkan menjadi Kotamadya tahun 1965 luas wilayahnya menjadi 3.600 hektar.


Link Astronomi

Disusun Oleh:

Arip Nurahman
Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University. USA


Silakan download dari beberapa link berikut untuk mempersiapkan diri menghadapi olimpiade astronomi tahun 2009 atau tahun-tahun selanjutnya (selama link masih berlaku)

Belajar Astronomi (oleh Hans Gunawan)

Berguru kepada Situs Astronomi ITB

Teleskop dan permasalahannya (siap download)

Complete Guide to Universe

Companion to Astronomy and Astrophysics

Astrophysics is easy

Fundamental of Astronomy

Astronomy for the idiots

Handbook of astronomy and astrophysics

Astronomy -principles and pratice

Silakan dicoba terus untuk mendapatkan filenya:

Sumber: Guru Fisika

Soal-Soal Olimpiade Astronomi

Oleh:

Arip Nurahman & Anton Timur J.

Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia & Jurusan Astronomi ITB
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Kabupaten Pangandaran

Pemimpin Project:

Widia Prima M. (STT Garut)

Objek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis, memiliki berbagai keistimewaan seperti:
• Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama
• Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
• Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih
• Tersedia tim penyelamat wisata pantai
• Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai
• Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.

Dengan adanya faktok-faktor penunjang tadi, maka wisatawan yang datang di Pangandaran dapat melakukan kegiatan yang beraneka ragam: berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, para sailing, jet ski dan lain-lain.
Adapun acara tradisional yang terdapat di sini adalah Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.

Event pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.

Fasilitas yang tersedia:
1. Lapang parkir yang cukup luas,
2. Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan tarif bervariasi,
3. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer,
4. Gedung bioskop, diskotik
5. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata,
6. Bumi perkemahan,
7. Sepeda dan ban renang sewaan,
8. Parasailing dan jetski.

Soal-Soal Olimpiade Astronomi

Oleh:
Arip Nurahman & Anton Timur J.

Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia & Jurusan Astronomi ITB
&
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, USA.

Team Olimpiade Astronomi dan Fisika Kabupaten Ciamis

Pemimpin Project:

1. Arip Nurahman (Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI)

2. Bambang Achdiyat (Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI)

Visi

dan

Misi

Program


Kabupaten Ciamis, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Ciamis Kota. Kabupaten ini berada di bagian tenggara Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan di utara, Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) dan Kota Banjar di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya di barat.

Kabupaten Ciamis terdiri atas 30 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desadan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Ciamis.Kecamatan Banjar, yang dulunya bagian dari Kabupaten Ciamis, ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan sejak tanggal 11 Desember 2002ditetapkan menjadi kota (otonom), yang terpisah dari Kabupaten Ciamis.

Sejak sekira lima tahun silam terdapat wacana untuk memekarkan lagi Kabupaten Ciamis (pasca-lepasnya Banjar dan sekitarnya menjadi Kota definitif), yaitu dengan membuat Kabupaten Ciamis Selatan meliputi paro selatan Kabupaten induk, namun hal ini masih terus dibahas di DPRD Kabupaten Ciamis, mengingat adanya pengetatan aturan tak-tertulis untuk pelaksanaan pemekaran suatu daerah administratif (Provinsi maupun Kabupaten/Kota). Patut dimaklum, oleh karena membentuk sebuah daerah administratif baru akan menguras dana yang besar, sementara APBN (dari pusat) dan APBD (dari Provinsi) selayaknya harus dijalurkan kepada hal-hal yang lebih mendesak.

Ciamis English Club

Persiapan TOEFL

Minggu, 14 September 2008

Mathematical Physics

Mathematical physics

From Wikipedia

and
Arip Nurahman
Department of Physics Education, Faculty of Sciences and Mathematics.
Indonesia University of Education
and
Open Course Ware at Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, USA. in Physics













Mathematical physics is the scientific discipline concerned with the interface of mathematics and physics. There is no real consensus about what does or does not constitute mathematical physics. A very typical definition is the one given by the Journal of Mathematical Physics: "the application of mathematics to problems in physics and the development of mathematical methods suitable for such applications and for the formulation of physical theories."[1]

This definition does, however, not cover the situation where results from physics are used to help prove facts in abstract mathematics which themselves have nothing particular to do with physics. This phenomenon has become increasingly important, with developments from string theory research breaking new ground in mathematics. Eric Zaslow coined the phrase physmatics to describe these developments[2], although other people would consider them as part of mathematical physics proper.

Important fields of research in mathematical physics include: functional analysis/quantum physics, geometry/general relativity and combinatorics/probability theory/statistical physics. More recently, string theory has managed to make contact with many major branches of mathematics including algebraic geometry, topology, and complex geometry.

Contents

· 1 Scope of the subject

· 2 Prominent mathematical physicists

· 3 Mathematically rigorous physics

· 4 Notes

· 5 References

· 6 Bibliographical references

o 6.1 The classics

o 6.2 Textbooks for undergraduate studies

o 6.3 Other specialised subareas

· 7 See also

· 8 External links

Scope of the subject

There are several distinct branches of mathematical physics, and these roughly correspond to particular historical periods. The theory of partial differential equations (and the related areas of variational calculus, Fourier analysis, potential theory, and vector analysis) are perhaps most closely associated with mathematical physics. These were developed intensively from the second half of the eighteenth century (by, for example, D'Alembert, Euler, and Lagrange) until the 1930s. Physical applications of these developments include hydrodynamics, celestial mechanics, elasticity theory, acoustics, thermodynamics, electricity, magnetism, and aerodynamics.

The theory of atomic spectra (and, later, quantum mechanics) developed almost concurrently with the mathematical fields of linear algebra, the spectral theory of operators, and more broadly, functional analysis. These constitute the mathematical basis of another branch of mathematical physics.

The special and general theories of relativity require a rather different type of mathematics. This was group theory: and it played an important role in both quantum field theory and differential geometry. This was, however, gradually supplemented by topology in the mathematical description of cosmological as well as quantum field theory phenomena.

Statistical mechanics forms a separate field, which is closely related with the more mathematical ergodic theory and some parts of probability theory.

The usage of the term 'Mathematical physics' is sometimes idiosyncratic. Certain parts of mathematics that initially arose from the development of physics are not considered parts of mathematical physics, while other closely related fields are. For example, ordinary differential equations and symplectic geometry are generally viewed as purely mathematical disciplines, whereas dynamical systems and Hamiltonian mechanics belong to mathematical physics.

Prominent mathematical physicists

One of the earliest mathematical physicists was the eleventh century Iraqi physicist and mathematician, Ibn al-Haytham [965-1039], known in the West as Alhazen. His conceptions of mathematical models and of the role they play in his theory of sense perception, as seen in his Book of Optics (1021), laid the foundations for mathematical physics.[3] Other notable mathematical physicists at the time included Abū Rayhān al-Bīrūnī [973-1048] and Al-Khazini [fl. 1115-1130], who introduced algebraic and fine calculation techniques into the fields of statics and dynamics.[4]

The great seventeenth century English physicist and mathematician, Isaac Newton [1642-1727], developed a wealth of new mathematics (for example, calculus and several numerical methods (most notably Newton's method) to solve problems in physics. Other important mathematical physicists of the seventeenth century included the Dutchman Christiaan Huygens [1629-1695] (famous for suggesting the wave theory of light), and the German Johannes Kepler [1571-1630] (Tycho Brahe's assistant, and discoverer of the equations for planetary motion/orbit).

In the eighteenth century, two of the great innovators of mathematical physics were Swiss: Daniel Bernoulli [1700-1782] (for contributions to fluid dynamics, and vibrating strings), and, more especially, Leonhard Euler [1707-1783], (for his work in variational calculus, dynamics, fluid dynamics, and many other things). Another notable contributor was the Italian-born Frenchman, Joseph-Louis Lagrange [1736-1813] (for his work in mechanics and variational methods).

In the late eighteenth and early nineteenth centuries, important French figures were Pierre-Simon Laplace [1749-1827] (in mathematical astronomy, potential theory, and mechanics) and Siméon Denis Poisson [1781-1840] (who also worked in mechanics and potential theory). In Germany, both Carl Friedrich Gauss [1777-1855] (in magnetism) and Carl Gustav Jacobi [1804-1851] (in the areas of dynamics and canonical transformations) made key contributions to the theoretical foundations of electricity, magnetism, mechanics, and fluid dynamics.

Gauss (along with Euler) is considered by many to be one of the three greatest mathematicians of all time. His contributions to non-Euclidean geometry laid the groundwork for the subsequent development of Riemannian geometry by Bernhard Riemann [1826-1866]. As we shall see later, this work is at the heart of general relativity.

The nineteenth century also saw the Scot, James Clerk Maxwell [1831-1879], win renown for his four equations of electromagnetism, and his countryman, Lord Kelvin [1824-1907] make substantial discoveries in thermodynamics. Among the English physics community, Lord Rayleigh [1842-1919] worked on sound; and George Gabriel Stokes [1819-1903] was a leader in optics and fluid dynamics; while the Irishman William Rowan Hamilton [1805-1865] was noted for his work in dynamics. The German Hermann von Helmholtz [1821-1894] is best remembered for his work in the areas of electromagnetism, waves, fluids, and sound. In the U.S.A., the pioneering work of Josiah Willard Gibbs [1839-1903] became the basis for statistical mechanics. Together, these men laid the foundations of electromagnetic theory, fluid dynamics and statistical mechanics.

The late nineteenth and the early twentieth centuries saw the birth of special relativity. This had been anticipated in the works of the Dutchman, Hendrik Lorentz [1853-1928], with important insights from Jules-Henri Poincaré [1854-1912], but which were brought to full clarity by Albert Einstein [1879-1955]. Einstein then developed the invariant approach further to arrive at the remarkable geometrical approach to gravitational physics embodied in general relativity. This was based on the non-Euclidean geometry created by Gauss and Riemann in the previous century.

Einstein's special relativity replaced the Galilean transformations of space and time with Lorentz transformations in four dimensional Minkowski space-time. His general theory of relativity replaced the flat Euclidean geometry with that of a Riemannian manifold, whose curvature is determined by the distribution of gravitational matter. This replaced Newton's scalar gravitational force by the Riemann curvature tensor.

The other great revolutionary development of the twentieth century has been quantum theory, which emerged from the seminal contributions of Max Planck [1856-1947] (on black body radiation) and Einstein's work on the photoelectric effect. This was, at first, followed by a heuristic framework devised by Arnold Sommerfeld [1868-1951] and Niels Bohr [1885-1962], but this was soon replaced by the quantum mechanics developed by Max Born [1882-1970], Werner Heisenberg [1901-1976], Paul Dirac [1902-1984], Erwin Schrödinger [1887-1961], and Wolfgang Pauli [1900-1958]. This revolutionary theoretical framework is based on a probabilistic interpretation of states, and evolution and measurements in terms of self-adjoint operators on an infinite dimensional vector space (Hilbert space, introduced by David Hilbert [1862-1943]). Paul Dirac, for example, used algebraic constructions to produce a relativistic model for the electron, predicting its magnetic moment and the existence of its antiparticle, the positron.

Later important contributors to twentieth century mathematical physics include Satyendra Nath Bose [1894-1974], Julian Schwinger [1918-1994], Sin-Itiro Tomonaga [1906-1979], Richard Feynman [1918-1988], Freeman Dyson [1923- ], Hideki Yukawa [1907-1981], Roger Penrose [1931- ], Stephen Hawking [1942- ], and Edward Witten [1951- ].

Mathematically rigorous physics

The term 'mathematical' physics is also sometimes used in a special sense, to distinguish research aimed at studying and solving problems inspired by physics within a mathematically rigorous framework. Mathematical physics in this sense covers a very broad area of topics with the common feature that they blend pure mathematics and physics. Although related to theoretical physics, 'mathematical' physics in this sense emphasizes the mathematical rigour of the same type as found in mathematics. On the other hand, theoretical physics emphasizes the links to observations and experimental physics which often requires theoretical physicists (and mathematical physicists in the more general sense) to use heuristic, intuitive, and approximate arguments. Such arguments are not considered rigorous by mathematicians. Arguably, rigorous mathematical physics is closer to mathematics, and theoretical physics is closer to physics.

Such mathematical physicists primarily expand and elucidate physical theories. Because of the required rigor, these researchers often deal with questions that theoretical physicists have considered to already be solved. However, they can sometimes show (but neither commonly nor easily) that the previous solution was incorrect.

The field has concentrated in three main areas: (1) quantum field theory, especially the precise construction of models; (2) statistical mechanics, especially the theory of phase transitions; and (3) nonrelativistic quantum mechanics (Schrödinger operators), including the connections to atomic and molecular physics.

The effort to put physical theories on a mathematically rigorous footing has inspired many mathematical developments. For example, the development of quantum mechanics and some aspects of functional analysis parallel each other in many ways. The mathematical study of quantum statistical mechanics has motivated results in operator algebras. The attempt to construct a rigorous quantum field theory has brought about progress in fields such as representation theory. Use of geometry and topology plays an important role in string theory. The above are just a few examples. An examination of the current research literature would undoubtedly give other such instances.

Notes

  1. ^ Definition from the Journal of Mathematical Physics.[1]
  2. ^ Zaslow E.,Physmatics
  3. ^ Thiele, Rüdiger (August 2005), "In Memoriam: Matthias Schramm, 1928–2005", Historia Mathematica 32(3): 271–274, doi:10.1016/j.hm.2005.05.002
  4. ^ Mariam Rozhanskaya and I. S. Levinova (1996), "Statics", p. 642, in (Morelon & Rashed 1996, pp. 614-642)

References

Bibliographical references

The classics

· Abraham, Ralph & Marsden, Jerrold E. (2008), Foundations of mechanics: a mathematical exposition of classical mechanics with an introduction to the qualitative theory of dynamical systems (2nd ed.), Providence, [RI.]: AMS Chelsea Pub., ISBN 9780821844380

· Arnold, Vladimir I.; Vogtmann, K. & Weinstein, A. (tr.) (1997), Mathematical methods of classical mechanics / [Matematicheskie metody klassicheskoĭ mekhaniki] (2nd ed.), New York, [NY.]: Springer-Verlag, ISBN 0-387-96890-3

· Courant, Richard & Hilbert, David (1989), Methods of mathematical physics / [Methoden der mathematischen Physik], New York, [NY.]: Interscience Publishers

· Glimm, James & Jaffe, Arthur (1987), Quantum physics: a functional integral point of view (2nd ed.), New York, [NY.]: Springer-Verlag, ISBN 0-387-96477-0 (pbk.)

· Haag, Rudolf (1996), Local quantum physics: fields, particles, algebras (2nd rev. & enl. ed.), Berlin, [Germany] ; New York, [NY.]: Springer-Verlag, ISBN 3-540-61049-9 (softcover)

· Hawking, Stephen W. & Ellis, George F. R. (1973), The large scale structure of space-time, Cambridge, [England]: Cambridge University Press, ISBN 0-521-20016-4

· Kato, Tosio (1995), Perturbation theory for linear operators (2nd repr. ed.), Berlin, [Germany]: Springer-Verlag, ISBN 3-540-58661-X

· This is a reprint of the second (1980) edition of this title.

· Margenau, Henry & Murphy, George Moseley (1976), The mathematics of physics and chemistry (2nd repr. ed.), Huntington, [NY.]: R. E. Krieger Pub. Co., ISBN 0-882-75423-8

· This is a reprint of the 1956 second edition.

· Morse, Philip McCord & Feshbach, Herman (1999), Methods of theoretical physics (repr. ed.), Boston, {Mass.]: McGraw Hill, ISBN 0-070-43316-X

· This is a reprint of the original (1953) edition of this title.

· von Neumann, John & Beyer, Robert T. (tr.) (1955), Mathematical foundations of quantum mechanics, Princeton, [NJ.]: Princeton University Press

· Reed, Michael C. & Simon, Barry (1972-1977), Methods of modern mathematical physics (4 vol.), New York. {NY.]: Academic Press, ISBN 0-125-85001-8

· Titchmarsh, Edward Charles (1939), The theory of functions (2nd ed.), London, [England]: Oxford University Press

· This tome was reprinted in 1985.

· Thirring, Walter E. & Harrell, Evans M. (tr.) (1978-1983), A course in mathematical physics / [Lehrbuch der mathematischen Physik] (4 vol.), New York, [NY.]: Springer-Verlag

· Weyl, Hermann & Robertson, H. P. (tr.) (1931), The theory of groups and quantum mechanics / [Gruppentheorie und Quantenmechanik], London, [England]: Methuen & Co.

· Whittaker, Edmund Taylor & Watson, George Neville (1979), A course of modern analysis: an introduction to the general theory of infinite processes and of analytic functions, with an account of the principal transcendental functions (1st AMS ed.), New York, [NY.]: AMS Press, ISBN 0-404-14736-4

Textbooks for undergraduate studies

· Arfken, George B. & Weber, Hans J. (1995), Mathematical methods for physicists (4th ed.), San Diego, [CA.]: Academic Press, ISBN 0-120-59816-7 (pbk.)

· Boas, Mary L. (2006), Mathematical methods in the physical sciences (3rd ed.), Hoboken, [NJ.]: John Wiley & Sons, ISBN 9780471198260

· Butkov, Eugene (1968), Mathematical physics, Reading, [Mass.]: Addison-Wesley

· Jeffreys, Harold & Swirles Jeffreys, Bertha (1956), Methods of mathematical physics (3rd rev. ed.), Cambridge, [England]: Cambridge University Press

· Mathews, Jon & Walker, Robert L. (1970), Mathematical methods of physics (2nd ed.), New York, [NY.]: W. A. Benjamin, ISBN 0-8053-7002-1

· Stakgold, Ivar (c.2000), Boundary value problems of mathematical physics (2 vol.), Philadelphia, [PA.]: Society for Industrial and Applied Mathematics, ISBN 0-898-71456-7 (set : pbk.)

Other specialised subareas

· Aslam, Jamil & Hussain, Faheem (2007), 'Mathematical physics' Proceedings of the 12th Regional Conference, Islamabad, Pakistan, 27 March - 1 April 2006], Singapore: World Scientific, ISBN 978-981-270-591-4, <http://www.worldscibooks.com/physics/6405.html>

· Baez, John C. & Muniain, Javier P. (1994), Gauge fields, knots, and gravity, Singapore ; River Edge, [NJ.]: World Scientific, ISBN 9-810-22034-0 (pbk.)

· Geroch, Robert (1985), Mathematical physics, Chicago, [IL.]: University of Chicago Press, ISBN 0-226-28862-5 (pbk.)

· Polyanin, Andrei D. (2002), Handbook of linear partial differential equations for engineers and scientists, Boca Raton, [FL.]: Chapman & Hall / CRC Press, ISBN 1-584-88299-9

· Polyanin, Alexei D. & Zaitsev, Valentin F. (2004), Handbook of nonlinear partial differential equations, Boca Raton, [FL.]: Chapman & Hall / CRC Press, ISBN 1-584-88355-3

· Szekeres, Peter (2004), A course in modern mathematical physics: groups, Hilbert space and differential geometry, Cambridge, [England] ; New York, [NY.]: Cambridge University Press, ISBN 0-521-53645-6 (pbk.)

See also

External links

v d e

Major fields of mathematics



Arithmetic · Logic · Set theory · Category theory · Algebra (elementarylinearabstract) · Number theory · Analysis · Geometry · Trigonometry · Topology · Dynamical systems · Combinatorics · Game theory · Information theory · Optimization · Computation · Probability · Statistics · Mathematical physics

Retrieved from "http://en.wikipedia.org/wiki/Mathematical_physics"

Categories: Mathematical physics | Mathematical science occupations